Senin, 15 Juni 2015

Jenis Wacana Berdasarkan Media Penyampaiannya (Lisan dan Tulisan) dan Jumlah Penutur (Monolog, Dialog dan Polilog)

A.    Jenis Wacana Berdasarkan Media Penyampaiannya.
1.      Wacana Lisan
Wacana lisan (spoken discourse) adalah wacana yang disampaikan dengan bahasa lisan atau media lisan (Sumarlam dkk, 2010: 16). Jauh sebelum manusia mengenal huruf, bahasa telah digunakan
oleh manusia. Manusia memakai bahasa lisan dalam berkomunikasi. Bahasa lisan menjadi bahasa yang utama dalam hidup manusia karena lebih dahulu dikenal dan digunakan oleh manusia dari pada bahasa tulis.
Kelemahan wacana lisan adalah kesulitan dalam mengulang kembali wacana dengan sama tepat seperti yang pertama. Kelemahan wacana ini juga menyebabkan wacana lisan, sebagai bahan bukti, dalam bidang hukum memiliki kedudukan yang paling lemah dibanding wacana tulis.
Dengan uraian diatas dapat dibuat ciri – ciri wacana lisan sebagai berikut :
a.         Wacana lisan memerlukan daya simak yang tinggi agar interaksi tidak terputus
b.         Wacana lisan sulit diulang, dalam arti mengulang hal yang sama dengan ujaran pertama
c.         Wacana lisan dapat dilengkapi dengan gerakan anggota tubuh untuk memperjelas makna yang dimaksud
d.        Wacana lisan menyatukan partisipanya dalam satu situasi dan konteks yang sama.
e.         Wacana lisan biasanya lebih pendek dari pada wacana tulis
f.          Wacana lisan juga melibatkan unsure kebiasaan atau pengetahuan yang telah diketahui bersama (common ground) ,yang ada pada satu keluarga atau kelompok dan
g.         Wacana lisan sering melibatkan partisipanya secara langsung.



2.      Wacana Tulisan
Wacana tulis adalah wacana yang disampaikan dengan bahasa tulis atau media tulis (Sumarlam dkk, 2010: 16). Wacana tulis mulai dikenal setelah ditemukan huruf, Huruf dibuat untuk mengganti peran bunyi bahasa sehingga biasanya orang mengatakan bahwa huruf adalah lambang bunyi. Huruf – huruf itu dipelajari manusia dan kemudian digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain yang tinggal berjauhan. Meskipun banyak wacana tulis yang panjang, ada juga wacana tulis yang pendek, wacana seperti ini banyak dijumpai di iklan, di stasiun kereta api, di swalayan, dan dijalan .

B.     Jenis Wacana Berdasarkan Jumlah Penutur
1.      Wacana Monolog
Adalah wacana yang disampaikan oleh seorang diri tanpa melibatkan orang lain untuk ikut berpartisipasi secara langsung. Umumnya, wacana monolog tidak menghendaki dan tidak menyediakan alokasi waktu terhadap respon pendengar atau pembacanya. Wacana monolog bersifat searah dan termasuk komunikasi tidak interaktif (noninteractive communication).
2.      Wacana Dialog
Adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang secara langsung. Wacana dialog bersifat dua arah, dan masing-masing partisipan secara aktif ikut berperan didalam komunikasi, sehingga disebut komunikasi interaktif (interactive communication). Wacana dialog terjadi seperti pada peristiwa diskusi, musyawarah, pembicaraan telepon, Tanya jawab, dan teks drama.
3.      Wacana Polilog
Adalah pembicaraan atau percakapan yang melibatkan partisipan pembicaraan lebih dari dua orang penutur. Partisipan yang terlibat dalam pembicaraan semuanya berperan aktif dan langsung dalam komunikasi. Wacana polilog terjadi seperti pada peristiwa musyawarah, diskusi, atau debat, dan teks drama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar